Perbedaan Ekonomi Agraris dan Non Agraris

Mengenal Ekonomi Agraris

Indonesia disebut sebagai negara agraris dan jelas telah menggunakan perekonomian di sektor agraris. Indonesia tidak hanya mengendalikan sektor agraris, tetapi juga non agraris. Ekonomi agraris dan non agraris adalah dua sistem ekonomi yang berbeda. Keduanya dapat berjalan di satu negara, tetapi ada juga negara-negara yang hanya menjalankan salah satunya.

 

Informasi Seputar Kegiatan Ekonomi Agraris

Dibawah ini adalah beberapa hal tentang ekonomi sektor agraris yang dapat Anda ketahui.

1. Definisi

Kata agraris mengacu pada dunia pertanian dan perkebunan. Ekonomi agraris merupakan ekonomi yang hanya akan berjalan jika sektor agraris juga berjalan.

2. Bidang yang Dijalankan

Sektor yang dilakukan dalam sistem pertanian ini adalah pertanian dan perkebunan. Sektor yang hanya dapat dilakukan dengan menggunakan lahan yang memang dapat ditanam dan menghasilkan buah, sayuran, atau komoditas apa pun yang dapat dipanen.

3. Faktor Penentu Kegiatan Ekonomi Agraris

Ada beberapa faktor yang menentukan mengapa suatu wilayah atau negara cenderung menjalankan sistem ekonomi agraris. Salah satunya adalah faktor sosial dan budaya. Apa yang sudah dilakukan oleh generasi pendahulu dapat mempengaruhi generasi saat ini.

Beberapa hal yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar juga dapat memengaruhi seseorang untuk melakukan hal yang sama jika menyangkut ekonomi.

4. Cakupan Wilayah

Wilayah di daerah pedesaan memiliki banyak lahan besar yang akan membuat orang di sekitar mereka menjalankan ekonomi sistem ini. Misalnya, daerah dekat gunung atau jauh dari kota akan lebih sering menggunakan sistem ekonomi ini, karena masih ada banyak lahan kosong yang dapat ditanam.

Demikian juga dengan dataran tinggi yang tidak diminati untuk pengembangan industri atau pemukiman, masih ada banyak lahan, membuat penduduk sekitar menjadikan sektor agraris sebagai dukungan untuk perekonomian.

5. Sumber Daya yang Digunakan

Karena terlibat dalam sektor agraris, tentu saja sumber daya yang paling dapat diandalkan adalah sumber daya alam. Meski begitu, masih ada intervensi manusia untuk membuat sistem ekonomi ini juga membutuhkan sumber daya manusia.

Sumber daya alam dan sumber daya manusia sama-sama diperlukan, tetapi akan ada lebih banyak sumber daya alam. Sumber daya alam yang dibutuhkan dapat dalam bentuk tanah subur, benih, biji, sampai komoditas yang diperdagangkan.

Berbeda dengan sistem ekonomi lainnya, non agraris, tidak benar-benar membutuhkan sumber daya alam untuk dapat berjalan. Inilah sebabnya mengapa ekonomi sistem agraris tidak dapat berjalan jika tidak ada tanah yang digunakan. Semua akan dipengaruhi oleh tanah yang ada, untuk mengembangkan komoditas yang ditawarkan juga harus menggunakan tanah.

 

Perbedaan Kegiatan Ekonomi Agraris dan Non Agraris

Berikut ini adalah perbedaan antara keduanya dan beberapa perbedaan lainnya, seperti:

1. Perbedaan Pengertian

Ekonomi agraris adalah ekonomi yang bergerak dalam segala hal di sektor agraris, seperti pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, ekonomi ini akan menggunakan banyak sumber daya alam.

Sementara ekonomi sektor non agrarias adalah ekonomi yang bergerak dalam bidang non agraris. Sumber daya manusia lebih dibutuhkan dalam perekonomian jenis ini.

2. Perbedaan Sumber Daya yang Digunakan

Keduanya memnag sama-sama menggunakan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Namun, sektor agraris lebih cenderung memanfaatkan sumber daya alami dan non agraris cenderung bergantung pada sumber daya manusia. Ekonomi sektor agraris hanya membutuhkan beberapa orang untuk mengolah tanah besar.

Namun, di sektor non agraris, dibutuhkan banyak orang atau orang khusus untuk menghasilkan bahan atau teknologi tertentu. Bahkan sangat banyak di sektor non agraris yang tidak memerlukan sumber daya alam sama sekali.

3. Perbedaan Sektor

Ekonomi agraris akan bergerak dan bergantung pada apa pun di sektor pertanian dan perkebunan. Sementara sektor non agraris juga akan bergerak di sektor non agraris, seperti di industri, pertambangan, dan perdagangan.

4. Perbedaan Komoditas 

Komoditas dari sektor agraris adalah produk pertanian dan perkebunan, seperti beras, kentang, singkong, sayuran, dan buah-buahan. Komoditas yang dihasilkan dari sektor non agraris, seperti minyak bumi yang telah diproses, sepeda motor, barang elektronik, dan hasil lainnya yang tidak memerlukan pertanian atau perkebunan.

5. Perbedaan Durasi Kegiatan

Durasi untuk kegiatan ekonomi agraris cenderung lebih lama dari non agrari. Butuh waktu dari tanaman ditanam sampai akhirnya panen dan dapat menghasilkan uang. Berbeda dengan non agraris yang bisa dilakukan dalam waktu singkat dan dapat menghasilkan uang dengan cepat juga.

6. Perbedaan Wilayah yang Menjalankan

Daerah seperti pedesaan atau wilayah mana pun yang memiliki lebih banyak lahan luas banyak menggunakan ekonomi sistem agraris. Adapun daerah berkembang atau yang tidak memiliki lahan besar cenderung menggunakan sistem atau sektor ekonomi non agraris. Ini sangat masuk akal. Karena nama sistem agraris, akan membutuhkan lahan besar untuk bercocok tanam.