Cara Menghadapi Orang Marah

Cara Menghadapi Orang Marah

Ketika sedang dalam situasi dimana harus menghadapi seseorang yang sedang dalam keadaan marah bahkan emosi memanglah tidak mudah. Kita harus mampu menghadapinya dengan benar dan tepat, jangan sampai malah ikut terpancing emosi dan ujung-ujungnya malah menjadi adu mulut.

Tidak perlu ikut menggunakan emosi ketika berhadapan dengan orang yang marah. Berikut beberapa cara untuk menghadapi orang yang sedang marah.

Dengarkan Mereka

Terkadang, orang yang sedang marah-marah dan emosi sebenarnya hanya ingin di dengar. Dengarkan saja luapan emosi mereka, jangan berusaha memberi mereka beberapa nasihat ketika amarah mereka sedang berada di puncak. 

Kita cukup ada sebagai pendengar yang baik. Jangan langsung menghakimi dan biarkan mereka meredakan amarahnya sampai berhenti sendiri.

Jangan Ikutan Emosi

Ketika sedang berhadapan dengan orang yang marah, ada potensi kita juga jadi ikutan emosi. Jangan sampai memperparah keadaan dengan ikut-ikutan marah. Biarkan saja mereka berkata apapun, tahan emosi kita, jangan sampai ikut menambah parah keadaan dengan celetukan yang berpotensi menambah panas suasana sekitar.

Ketika teman atau sahabat sedang tersulut amarah yang berapi-api, kita harus bisa berperan sebagai es batu yang mampu mendinginkan suasana, bukannya malah ikut-ikutan menjadi api dan memperkeruh suasana.

Beri Dukungan

Sebelum mulai memberi dukungan, kita juga harus bisa melihat situasi dan kondisi. Jangan sampai kita yang awalnya niat memberi dukungan dengan membantu mencari penyelesaian malah dianggap ikut campur dan hanya bisa memberi nasihat.

Kita juga harus bisa menempatkan diri dengan tepat. Berikan dukungan serta pandangan kita sesuai dengan porsinya, jangan terkesan sok paling tahu dan paling benar serta seperti menggurui.  Tujuan kita memberi dukungan adalah agar emosi teman atau sahabat kita bisa mereda.

Ajak Membicarakan Solusi Dengan Baik

Ketika dirasa emosi teman atau sahabat mulai mereda, ajaklah mereka untuk memikirkan solusi atas permasalahan yang sedang terjadi dengan kepala dingin. Tawarkan juga bahwa kita siap membantu mereka dalam pencarian solusi.

Hindari menasihati mereka ketika mereka sedang tersulut api amarah, karena hal tersebut hanya akan memperparah keadaan.